Di sebuah hutan, hiduplah si Kelinci dan si Monyet sebagai sahabat. Pada suatu hari di musim kemarau, pohon-pohon kering dan jumlah makanan berkurang. Ibu Kelinci dan ibu Monyet menyuruh anak-anak mereka untuk mencari makanan di hutan sebelah. Ibu mereka membekali mereka dengan sehelai kain selebar satu meter persegi. Kain itu digunakan untuk mewadahi makanan yang mereka peroleh. Bersama-sama, si Kelinci dan si Monyet masuk ke hutan. Tibalah mereka di sebuah kebun buah-buahan. Mereka menemui pemilik kebun tersebut. Si Kelinci dan si Monyet meminta izin kepada pemilik kebun untuk bekerja membersihkan kebun.
Setelah selesai bekerja, pemilik kebun mengizinkan mereka untuk mengambil buah sesuka hati mereka. Si Kelinci mengambil dua buah apel, dua buah jeruk, dua buah mangga, dan dua buah papaya. Semua buah dimasukkan ke kain yang tadi ia bawa. Sedangkan monyet mengambil enam buah apel, enam buah jeruk, enam buah mangga, dan enam buah papaya. Ia meletakkan semua buah yang diambil ke kain yang dia bawa. Hasilnya adalah kain tersebut sobek. Si Monyet hanya bisa membawa satu buah papaya dan satu buah apel yang dia pegang dengan tangannya. Sedangkan si Kelinci berhasil membawa semua yang dia peroleh dengan kain dari ibunya. Akhirnya, si Monyet tersadar bahwa dia tidak boleh serakah, ambil secukupnya saja.
