Judul : Rahasia Menjadi Anak Saleh 2
Penulis : Yoli Hemdi
Ilustrator : Ferlina Gunawan
Cetakan : Pertama, Februari 2019
Tebal : 224 halaman
ISBN : 978-602-03-3701-2
Jika ingin memiliki anak yang saleh, maka sebagai orangtua kita dituntut untuk ikut berperan serta dalam upaya mewujudkan hal itu. Karena disadari atau tidak orangtua memiliki peranan yang sangat penting. Apalagi orangtua merupakan madrasah pertama, yang bisa membentuk karakter anak sedini mungkin. Buku ini bisa menjadi salah satu pilihan yang pas untuk dijadikan referensi perihal cara mendidik anak menjadi pribadi yang saleh.
Buku ini sendiri membahas tentang adab tidur sesuai dengan sunnah Nabi. Dilengkapi dengan kisah-kisah seru mengenai tidur, hal itu pasti akan membangun daya tarik anak untuk mengetahui lebih dalam tentang seluk beluk cara tidur yang baik. Mengingat waktu menjelang tidur merupakan golden moment—waktu yang sangat penting untuk dimanfaatkan orangtua, untuk memberikan pelejaran kepada anak.
Perlu kita ketahui, tidur ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan—di mana kita hanya memejamkan mata, lalu tidur dan selesai. Dalam ajaran Islam Allah telah mengatur adab-adab yang perlu kita perhatikan jika ingin memperoleh tidur yang menyenangkan; aman dan nyaman juga mendapat rahmat Allah. Cara itu telah dicontohkan Rasulullah. Agar tidur kita selalu dilindungi Allah, maka kita harus melakukan empat hal. yaitu, saat akan tidur kita harus memiliki niat untuk mendapat berkah Allah, selalu bertawakal kepada Allah, mempraktikkan adab tidur dan mengamalkan tata cara tidur sesuai dengan ajaran Islam (hal 15).
Beberapa hal yang perlu kita perhatikan ketika ingin tidur di antaranya adalah menyikat gigi. Karena kebiasaan ini akan menjaga kebersihan mulut, menyingkirkan kotoran, melindungi gigi dari kerusaaan dan lain-lain. Selanjutnya sebelum tidur ada baiknya kita berwudhu. Kebiasaan wudhu sebelum tidur akan membuat tubuh segar, mendapat pahala dan bersih dari kotoran dan kuman. Lalu tidak kalah penting adalah membersihkan dan merapikan ranjang dan memeriksa keamanan (hal 20).
Dalam memilih tempat tirud Rasulullah mencontohkan agar kita memilih tempat tidur yag sederhana. Rasulullah sendiri dulu tidur hanya beralaskan tikar. Beliau menolak beralaskan tempat tidur yang lebih empuk. Karena tempat tidur itu akan membuat Rasulullah merasa lena, sehingga tidak bangun untuk menjalankan shalat tahajud.
Lalu untuk posisi tidur Allah juga telah mengaturkan dengan sangat baik. Nabi Muhammad pernah melarang orang yang tidur menelungkup. Rasul mengatakan bahwa posisi tidur tengkurap tidak baik bagi kesehatan. Beliau juga tidak menganjurkan tidur telentang. Ada beberapa alasan kenapa Rasulullah melarang tidur telentang. Yaitu posisi tersebut tidak aman karena riskan terinjak orang lain. Apalagi jika tidur di masjid. Posisi telentang membuat aurta terbukan. Tidur posisi telentang dalam waktu lama dapat berbahaya dan bisa membuat punggung sakit (hal 56).
Namun ada beberapa pengecualian yang menjelaskan bahwa Rasulullah membolehkan kita tidur dengan telentang—di mana kita boleh tidur telentang asal dengan menyilangkan kaki, sehingga aurat tertutup tidak mudah terbuka. Tidur telentang boleh dilakukan asal tidak dalam waktu yang lama dan jangan dijadikan kebiasaan. Cara tidur yang paling baik menurut Rasulullah adalah tidur menyamping. Al-Barra’ bin Azib mengarakan bahwa ketika sudah berada di pemberaingan dan hendak tidur, Rasulullah selalu mengambul posisi miring ke sebelah kanan (hal 58).
Terdiri dari tujuh belas bab, buku ini sangat bagus untuk dikenalkan kepada anak. di sini orangtua sangat diperlukan dalam memberikan bimbingan dan pendampingan selama anak membaca buku ini. dilengkapi dengan kisah-kisah sahabat yang menarik serta tanya jawab soal, hal itu akan menambah semangat anak dalam belajar. Selain itu pengetahuan anak pun semakin terasah.
Secara keseluruhan buku ini sangat menarik. Melalui buku ini akan mengetahui tentang adab tidur yang baik, yang sesuai dengan kebiasaan Rasulullah. Tidak hanya itu melalui buku ini anak juga bisa belajar sejarah Islam juga meneladai sikap-sikap Rasulullah dan para sahabat Nabi, yang selalu tawaduk, tawakal, sabar, senang belajar, tidak meninggalkan shalat tahajud, memiliki iman yang kuat dan banyak lagi.
*Pernah dimuat di Radar Madura, Sabtu 14 April 2020*
