Keledai yang Hebat
Oleh: Mutiara Effendi
22/1/2026
Di sebuah padang rumput yang indah,
kawanan keledai sedang berdiskusi.
Bermain apa, ya, hari ini?
“Lomba lari saja. Pemenangnya dapat roti manakish,”
usul Alwa, si keledai pembajak ladang.
Keledai lainnya setuju.
Ilwa, si keledai penjual sayur, paling bersemangat.
Terbukti dia yang berada di urutan terdepan.
Disusul oleh Ulwa, si keledai pengangkut gandum.
Elwa, si keledai pengumpul kayu bakar, tak terpaut jauh.
Dia semakin kompetitif setiap kali penonton bertepuk tangan.
Semuanya girang, kecuali Olwa.
Ia keledai pembawa gentong air minum.
Pekerjaannya berat, energinya habis terkuras.
Olwa menempati peringkat terakhir.
“Selamat Ilwa, kamu mengagumkan,” ujar Olwa tulus.
“Kamu juga hebat! Mengirimkan air minum dari sumur untuk orang-orang
tanpa memungut bayaran.
Pekerjaanmu yang paling bermanfaat,” puji Ilwa.
Keledai lainnya mengangguk setuju.
Pesan Moral
Menang dan kalah dalam perlombaan itu hal yang biasa. Semua orang punya kelebihan masing-masing.
Cek Fakta
Keledai merupakan hewan yang banyak dijumpai di Palestina sebagai kendaraan, untuk membawa barang, dan membajak ladang. Roti manaqeesh populer di Palestina untuk sarapan. Paling sederhana terdiri dari roti pipih, rempah za’atar, garam, dan minyak zaitun.
— Tamat —
Draft cerita Dongeng Indah dari Palestina
