Kami Mau Dibawa ke Mana?
Oleh: [Eva Saloom]
10/1/2026
Hari ini Lala dan Lili merasa sangat sedih karena mereka merasa tidak berguna lagi. “Gara-gara kamu, kita tidak dipakai lagi!” ucap Lala kesal. Lili mendengar ocehan Lala sampai selesai. Ia pun membela diri, “Itu bukan salahku. Randi memang orangnya teledor.” Lili menghela nafas karena merasa kecewa. “Giliran aku robek seperti ini, dia malah membuangku.” Itulah pembicaraan sepasang kaos kaki yang tergeletak di dekat tumpukan kardus.
Mimo, si kardus bekas yang dari tadi mendengar percakapan mereka, akhirnya bersuara. Ia menasihati mereka, “Sabar dong, jangan mengeluh terus! Mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah.” Lala dan Lili pun terdiam setelah mendengar nasihat Mimo.
Tiba-tiba, seorang anak perempuan yang membawa karung di pundaknya mendekat perlahan. Ia menatap satu per satu barang bekas yang ada di sekitarnya. Lala panik dan merasa was-was, sedangkan Lili hanya mengamati gerak-gerik anak perempuan itu. “Apa yang akan dilakukan anak itu?” tanya Lala cemas. “Kita tunggu saja apa yang akan dilakukannya," sahut Lili tenang.
Beberapa saat kemudian, anak perempuan itu mengambil Mimo dan memasukkannya ke dalam karung. “Tolong! Aku mau dibawa ke mana?” teriak Mimo. Melihat hal itu, Lala menjadi ketakutan, “Mengapa Mimo dimasukkan ke dalam karung?” Beberapa saat kemudian, Lala dan Lili pun ikut masuk. Mereka saling berpandangan dengan perasaan gelisah.
“Kira-kira kita mau dibawa ke mana?” tanya Lala panik. Mimo menghela nafas, “Kita berdoa saja semoga kita ditaruh di tempat yang layak.” Ia pun menambahkan, “Kita juga menjadi tidak kedinginan di dalam karung ini." “Iya juga, ya,” jawab Lili tenang.
Mereka pun dikeluarkan satu per satu. Anak perempuan itu mengambil gunting dan beberapa perlengkapan lainnya. Lala ketakutan. “Kita mau diapakan?” tanya Lala kepada Mimo. Mimo pun ikut menjadi ketakutan. “Kita harus tenang dulu!” ucap Lili
Namun ternyata, anak perempuan itu mengubah Lala dan Lili menjadi boneka, sedangkan Mimo diubah menjadi celengan. “Kalian jadi sangat cantik!” puji Mimo. “Kamu juga terlihat lucu dan keren,” balas Lili dengan tersenyum puas sambil melihat penampilan barunya. Mimo juga merasa bersyukur karena penampilannya saat ini jauh lebih baik.
“Ternyata kita salah sangka,” ucap Lili senang. “Anak perempuan itu membuat kita menjadi barang yang bermanfaat.” “Hore… kita bisa berguna lagi!” seru Lala sambil melompat-lompat kegirangan.
— Tamat —
