MENGUAK RAHASIA PENGHUNI BAWAH TANAH
Oleh: [Eva Saloom]
Judul : Dongeng Bawah Tanah
Penulis : Fadila Hanum
Penerbit : Gema Insani
Cetakan : I, Juni 2015
Tebal : 96 halaman
ISBN : 978-602-250-198-5
Apa yang ada di dalam benak kalian ketika berjumpa dengan hewan-hewan bawah tanah? Apakah kalian menyukai mereka, atau justru sebaliknya? Coba kalian bayangkan, suara jangkrik yang terdengar ketika malam tiba, rayap-rayap mencari makanan melalui terowongan yang tidak terlihat oleh mata, serta semut-semut yang berbaris rapi dan saling bekerja sama mengangkut makanan. Ada pula cacing yang membuat liang-liang kecil untuk menggemburkan tanah. Hewan-hewan bawah tanah ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Mereka mengagumkan, bukan? Melalui buku Dongeng Bawah Tanah yang ditulis oleh Fadila Hanum, pembaca diajak melihat ke dalam dunia hewan bawah tanah.
Dongeng Bawah Tanah ialah buku yang berisi kumpulan dongeng fabel dengan tokoh hewan bawah tanah seperti jangkrik, cacing, orong-orong, tonggeret, rayap, tikus tanah, lipan, dan kalajengking. Buku ini berisi tujuh kisah dongeng bawah tanah dengan judul: Kuki dan Latihan Mengerik, Cica dan Bunga Warna-warni, Ong si Tangan Besar, Rara si Rayap Pekerja, Emi yang Banyak Bicara, Wendy Suka Petualangan, dan King Sahabat Ling. Setiap cerita yang disuguhkan mengandung pesan moral yang kuat. Secara garis besar, buku ini mengisahkan tentang rasa empati, keberanian, dan persahabatan.
Misalnya, dalam kisah yang berjudul Kuki dan Latihan mengerik terdapat cerita tentang jangkrik yang berlatih mengerik. Akan tetapi, para tetangga seperti tikus tanah dan sigung merasa terganggu, sehingga Kuki si jangkrik memutuskan berlatih mengerik di padang ilalang sebagai rasa hormat kepada tetangganya. Ketika berlatih di padang ilalang, Kuki si jangkrik bertemu dengan seekor ular tetapi ia tidak takut. Ia melompat dengan cepat untuk menghindari seekor ular tersebut.
Selain itu, ada kisah Cica dan Bunga Warna-warni yang menceritakan tentang cacing tanah yang ingin melihat bunga ketika musim kemarau. Ia tidak mau mendengarkan nasihat ibunya, sehingga kulitnya mengeras dan susah bergerak sampai ia pingsan karena terkena terik matahari. Setelah kejadian itu, ia merasa menyesal karena tidak mendengar nasihat ibunya. Masih banyak juga kisah menarik lainnya yang ada di dalam buku ini.
Buku Dongeng Bawah Tanah ini memiliki keunikan karena tokoh utamanya ialah hewan-hewan bawah tanah. Pada umumnya, sebagian orang kurang menyukai hewan-hewan ini. Namun, Fadila Hanum berhasil mengemasnya secara menarik dengan didukung oleh ilustrasi yang cerah dan lucu. Bahasa yang digunakan dalam buku ini, ringan dan mudah dipahami. Dongeng ini juga memiliki pesan moral yang kuat dan bermanfaat. Selain itu, buku ini tidak hanya berisi cerita, tetapi juga menyajikan fakta-fakta tentang hewan bawah tanah, sehingga pembaca mendapatkan tambahan pengetahuan. Pada setiap akhir cerita, penulis juga menyelipkan hadis yang berkaitan dengan kisah-kisah dongeng tersebut.
Buku ini memiliki segudang manfaat. Pembaca dapat menikmati kisah dongeng yang menarik sekaligus mendapatkan pengetahuan tentang hewan bawah tanah, mengenal beberapa hadis dan dapat menemukan pesan moral yang terkandung dalam buku ini untuk dijadikan pertimbangan dalam bertingkah laku. Tapi sayangnya di dalam buku ini tidak dicantumkan perjenjangan, sehingga orang tua atau guru mungkin kesulitan menentukan usia yang tepat untuk membaca buku ini.
Meskipun perjenjangan tidak dicantumkan dalam buku ini, tetapi dapat dikatakan bahwa buku Dongeng Bawah Tanah ini merupakan buku cerita yang isinya komplet yakni kisah-kisahnya menghibur, pembaca mendapat pengetahuan khususnya tentang hewan bawah tanah dan dapat dijadikan media belajar untuk membentuk karakter anak agar menjadi lebih baik. Buku ini layak dibaca dan sangat tepat untuk dijadikan isi rak buku di rumah maupun di sekolah.
