Si Manis Beruang Madu
Tanggal: Selasa, 16 Desember 2025
Beruang madu atau beruang matahari bernama latin Helarctos malayanus habitat aslinya ada di Bengkulu. Di sana, beruang menjadi simbol dan maskot Kota Balikpapan. Beruang madu berukuran kecil jika dibandingkan dengan jenis beruang lainnya. Bulunya hitam mengkilap dengan bercak di muka dan leher.
Beruang madu adalah hewan nokturnal. Tahukah kalian hewan nokturnal? Hewan nokturnal adalah hewan yang aktif di malam hari. Mereka mencari makan pada malam hari. Hal ini dilakukan untuk menghindari panas sinar matahari di hutan tropis tempat mereka tinggal. Dan beruang lebih sering berada di tanah. Sesekali beruang dengan lincah memanjat pohon untuk mencari makanan.
Beruang madu adalah pemanjat pohon yang andal. Pohon sialang adalah salah satu tempat utama mereka mencari makan di habitat aslinya. Pohon sialang menyediakan madu dan sarang lebah sebagai sumber makanan kaya energi dan nutrisi yang sangat disukai beruang madu.
Selain serangga, beruang madu juga memakan aneka buah-buahan, atau tunas tanaman yang terdapat dalam hutan. Oleh karena itu, beruang merupakan hewan omnivora, pemakan apa saja yang tersedia di hutan.
Beruang madu adalah satwa yang soliter, yang hidupnya sendirian. Mereka jarang ditemukan berkelompok bersama beruang lain. Biasanya berdua saat bersama anaknya.
Namun, rusaknya habitat beruang madu dan perburuan liar menyebabkan populasi beruang madu menurun. Banyaknya hutan yang ditebang menjadi perkebunan kelapa sawit menyebabkan beruang madu terdesak hingga masuk ke pemukiman penduduk dan menimbulkan kepanikan.
"Beruang madu yang malang, tak punya rumah."
Bulan Juli 2025, BBKSDA Riau melepasliarkan beruang madu kembali ke habitatnya. Sebelumnya, Beruang madu yang diberi nama pim-pim itu memasuki pemukiman penduduk dan berhasil diselamatkan dari amukan warga.
Upaya konservasi sangat penting dilakukan untuk melindungi spesies mereka dari kepunahan juga ekosistem hutan tropis sebagai tempat hunian mereka.
