Aku membenamkan wajahku di tumpukan buku-buku. Lagi-lagi, mereka melakukan hal itu lagi. Aku lelah.
"Sayang, kenapa?"
"Angka-angkanya lari-larian lagi Ma. Aku tuh udah suruh mereka diam di tempat, tapi mereka nggak mau dengar. Terus sekarang angkanya ke mana coba? Hilang deh!"
Aku bisa mendengar helaan napas Mama yang panjang.
Aku juga tahu kalau Mama melirik ke arah penghapus pensil yang masih meninggalkan sisa-sisa hapusan di bukuku. Aku menelan ludah.
"Sudah, istirahatlah. Lanjut besok pagi saja, ya..sebelum berangkat sekolah"
Yess!
Segera setelah Mama menutup pintu kamarku, aku langsung melompat ke atas kasur. Kutarik selimutku sambil senyam-senyum. Aku bebas dari penjara kursi yang jahat itu! Meski sesaat!
Kubuat bentuk persegi dengan jari telunjuk dan jari jempol dari tangan kananku dan tangan kiriku. Cekrik, cekrik! Nah, Pak Cicak, sekarang kamu berada dalam kandang. Aku arahkan pigura jariku ke arah yang lain. Nah Tuan Lampu, sebentar lagi cahayamu akan padam karena kamu sudah kutangkap! Ciat, ciat, ciat! Kuarahkan kandang jari itu satu persatu ke setiap benda di dalam kamarku. Kupastikan mereka semua tertangkap dan tak bisa kemana-mana!
"Kena kalian semua!" seruku tanpa sadar.
"Tidur!" Aduh, suaraku bocor keluar. Komandan Mama jadi mengetahui gerak-gerik bawah tanahku. Gawat, gawat. Kupejamkan mataku cepat-cepat. Duh, susahnya tidur.
Coba aku hitung domba. Satu domba, dua domba, tiga lemur. Eh kok lemur? Apa bagusnya ubur-ubur aja? Tapi ngomong-ngomong, lemur sama ubur-ubur itu suka tidak ya makan sayur? Terus kalau mandi, pasti bunyinya byur byur byur. Terus dia kumur kumur. Terus kumurnya di dalam sumur. Hihihihi.
Dialog super penting itu terus bersahut-sahutan di kepalaku. Tanpa sadar, ternyata aku sudah jatuh tertidur dan bermimpi. Dalam mimpi, aku bermimpi angka-angka itu datang lagi!
Cerita mini ini telah diunggah di akun instagram pribadi @miawahyuu dalam agenda #30haribercerita bulan Januari 2026
