Sepasang Tangan Ibu

Pada suatu hari di masa depan, kau mungkin akan tiba pada sebuah hari buruk yang melelahkan; bangun terlambat, melupakan janji penting, susunan kegiatanmu berantakan, atau orang-orang yang tidak bersahabat membuat kepalamu pusing bukan main Mungkin di tengah sendirimu, di penghujung hari kelabu kau mengeluh, menatap langit-langit, melamun Mengenang sebuah masa hangat nan akrab, hari yang … Baca Selengkapnya

Bagikan artikel ini:

Dendang Sahur Ibu

Bangunlah anakku, buka matamu barulah kau duduk. Berdoalah, minum air agar hilang kantuk. Jalan hati-hati ke meja makan, jangan sampai terantuk. Bacalah bismiilah, baru makanan masuk. 

Bagikan artikel ini:

HAI, SEPERTINYA AKU KENAL DIRIMU!

  Malam ini, Kamarku penuh dengan air Bukan air bersih, tapi air hitam dan bau   Malam ini, Kamarku penuh dengan sampah Sampah jajanan Cangkang permen, botol minuman dan plastik   Sampah itu kupunguti satu-satu Oh, ini sampah yang kulempar di taman itu Oh, ini sampah yang kubuang di selokan Oh, ini sampah yang kutendang … Baca Selengkapnya

Bagikan artikel ini:

AYAH DAN BECA TUA

  Di sudut rumah, Sebuah beca tua membisu Menikmati istirahat¬† panjang Sambil mengingat ribuan kilo perjalanannya   Dulu, beca tua itu tersenyum Kala setiap pagi Ayah menyapa Siap mengajaknya keliling kota Mengantarkan para pejalan kemana saja yang mereka minta   Dulu, beca itu tertawa Kala penumpang banyak yang menaikinya Hingga ayah membawa uang untuk bekal … Baca Selengkapnya

Bagikan artikel ini:

CAPUNG CAPUNG KECIL

Capung capung kecil Hinggap di pucuk bogenfil Menatap hijau klorofil Diam tanpa usil Kupandang dari jendela terbuka Sambil hirup segarnya udara Bersyukur jadi warga Indonesia Alamnya indah memesona Capung kecil ajak aku terbang tinggi Gapai satu bintang penerang hati Agar segala keinginan dan cita tercapai Sebagai bentuk bakti untuk pertiwi Capung kecil beri aku manisnya … Baca Selengkapnya

Bagikan artikel ini:

Puisi Seorang Ayah Kepada Anaknya Yang Menangis

Menangislah, Anakku   Menangislah anakku, menangislah secukupnya Kalah dan menang adalah hal yang biasa Itu hanya pertandingan bola Kadangkala kita terkilir, kadangkala kita berhasil Maka menangislah jika ingin menangis Tetapi menangislah secukupnya Suatu saat kamu akan semakin dewasa Dadamu akan tegap membusung Kakimu akan besar mengekar Kau akan kuat meninggi Dunia pun akan engkau takluki … Baca Selengkapnya

Bagikan artikel ini:

Puisi untuk Ibu

Ayah, Boleh aku minta waktumu? Aku perlu bantuanmu Menyelesaikan tugas prakaryaku Ibu, Kapan kau senggang? Sudah lama kita tidak berbincang Ada banyak yang ingin kusampaikan Ayah, ibu, Apakah berita di layar gawai begitu luar biasa? Hingga tak henti kau menatapnya Ataukah kita bukan lagi teman baik? Hingga cerita-ceritaku tak lagi menarik Ayah, ibu, Bisakah kau … Baca Selengkapnya

Bagikan artikel ini: