Bubu yang Lucu

Sebulan yang lalu Bubu masih telur. Sekarang dia sudah bisa terbang. Jarak terbang Bubu masih dekat dan belum tinggi.

“Bubu sini!” Puspa memberinya bubur halus. Merpati itupun mendekat dan makan dengan lahap.

Iya, Bubu terpaksa diberi makan bubur. Karena salah satu induknya pergi dan belum kembali sampai sekarang. Biasanya, induk Merpati akan bergantian memberi anak-anaknya makan. Namun, Bubu hanya bisa makan dari ibunya saja.

Merpati kecil dengan bulu coklat tua itu sangat lucu. Dia mau bertengger di tangan Puspa. Mungkin karena Puspa rajin merawatnya. Mulai dari menyuapi makan, memandikan, dan mengajaknya bermain.

“Bubu, kita jalan pagi, ya!” Ajak Puspa.

Bubu menurut dan berjalan mengikuti Puspa. Mereka asyik melihat kupu-kupu yang mengitari bunga-bunga. Tak lupa, Puspa memetik biji rumput kecil dan diberikan pada Bubu.

“Kamu harus belajar makan biji-biji rumput, Bubu. Indukmu dulu memberikannya juga sama kakakmu. Aku pernah lihat,”

Bubu awalnya hanya melihat, tetapi dia mencobanya juga. Ketika mereka sampai di tepi sungai, tiba-tiba Bubu terbang ke pundak Puspa. Sepertinya dia melihat sesuatu.

“Bubu kenapa?” Puspa bertanya dan sedikit kaget.

“Uug … Uug …,” bunyi Bubu seperti mau bicara.

SSShhh…

Seketika terlihat ada ular keluar dari semak dan melintas di dekat Puspa. Puspa segera melompat ke arah jalan aspal dan berlari kencang.

“Huhh, huuuh … hampir saja,” guman Puspa. “Terima kasih ya, Bubu. Untung tadi kamu hinggap di pundakku, jadi aku sempat mengawasi sekitar kita.”

Pag itu, Puspa dan Bubu mendapat pelajaran tentang berteman. Kalau berjalan bersama harus saling mengingatkan. Waspada sekitar kita, karena bisa saja ada hal-hal berbahaya yang mendekat.

Tamat

Bagikan artikel ini:

Tinggalkan komentar