Pesta Kemerdekaan di SD Suka Maju

(Gambar: koleksi pribadi, desain by canva)

Hari ini di SD Suka Maju sangat meriah.  Anak-anak tidak memakai seragam sekolah seperti biasanya,  akan tetapi mereka memakai pakaian bernuansa merah putih. Selain itu,  mereka juga mengenakan aneka asesoris bertema senada.  Ada yg memakai pita merah putih,  ikat kepala merah putih,  bando merah putih bahkan ada beberapa anak yang menempelkan stiker bendera merah putih di pipinya. Lingkungan sekolah pun dihias dengan dekorasi yang memikat.  Berjejer umbul-umbul menghiasi sepanjang bahu jalan menuju sekolah, ada sekumpulan balon yang tersusun rapi di gerbang masuk. Ya,  hari ini adalah hari spesial perayaan HUT Republik Indonesia yang ke-78 di SD Suka Maju. Pesta kemerdekaan di SD tersebut diisi dengan berbagai perlombaan.

Perayaan berlangsung sangat meriah dengan berbagai pentas dan perlombaan yang menarik. Ada pertunjukkan tari-tarian dari kelas 2 dan marching band dari kelas 3. Setelah itu dilanjutkan dengan berbagai perlombaan. Ada lomba menggambar,  kolase,  lomba makan kerupuk,  memindahkan bola dan lomba bakiak. Anak-anak diberi kebebasan untuk memilih perlombaan sesuai dengan minatnya.

“Farel, kamu mau ikut lomba apa?” tanya Arka salah satu anak kelas 4.

“Aku mau ikut lomba bakiak saja ah.  Kayaknya seru.” Jawab Farel.

“Kalau kamu mau ikut lomba apa?” lanjut Farel.

“Aku ingin ikut lomba menggambar,  tapi aku tidak bawa pensil.  tempat pensilku ketinggalan di rumah.” Jawab Arka sedih.

Farel tidak menanggapi perkataan Arka, ia fokus mendengarkan pengumuman yang terdengar membahana.

“Anak-anak yang mau ikut lomba silahkan menuju pos-pos perlombaan sesuai yang dinginkan.” Terdengar nyaring suara mikrofon penggumuman dari bu guru.

Farel segera menuju pos perlombaan bakiak. Sekilas ia melihat Arka yang berjalan gontai menuju sudut halaman.

Perlombaaan segera dimulai. Masing-masing guru kelas mengecek ke masing-masing pos lomba untuk medata anak muridnya yang ikut perlombaan. Setelah mengelilingi semua pos lomba, Pak Daru, guru kelas 4 baru menyadai bahwa ada salah satu muridnya yang belum ikut perlombaaan. Arka, kemana dia? Dia tak terlihat di pos manapun.

“Anak-anak, apa kalian melihat Arka?” tanya pak Daru di pos perlombaan bakiak.

“Tadi aku melihatnya berjalan ke sana, Pak.” Jawab Farel sambil menunjuk bangku di sudut halaman.

Pak Daru menuju bangku tersebut. Dilihatnya Arka duduk termenung.

“Arka! Kok, kamu di sin? Kamu nggak ingin ikut perlombaan seperti temanmu yang lain?” Tanya pak Daru.

“Tapi, aku nggak punya pensil, Pak. Pensilku tertinggal di rumah.” Jawab Arka lesu.

“Kamu ingin ikut lomba menggambar, ya?” lanjut pak Daru.

“Iya,” sahut Arka pendek.

“Jangan khawatir. Kamu bisa memakai pensil dari sekolah. Pak guru akan mengambilkannya untukmu. Sekarang, ayo, kita ke pos perlombaan menggambar.”

Arka pun menuju pos perlombaan menggambar dengan diiringi pak Daru. Pak Daru kemudian mengambil sebuah pensil dan diserahkan ke Arka. Arka sangat senang bisa ikut lomba menggambar. Menggambar adalah hobinya. Ketika masil kecil, ia sangat suka menggambar. Berpuluh-puluh buku gambar dengan cepat akan segera terpenuhi dengan coretannya. Tembok rumah pun kadang menjadi sasaran coretan tangan mungilnya.

Dua jam berlalu. Perlombaaan telah usai. Anak-anak riang bermain di halaman, ada juga yang menikmati bekal di bawah pohon biola cantik. Tak lama kemudian, terdengar suara microfon melengking. Suara bu guru memenuhi halaman sekolah. Rupanya waktu pengumuman pemenang lomba pun tiba.

“Anak-anak, sekarang waktunya pengumuman pemenang lomba. Kalian semua yang ikut dalam lomba adalah seorang pemenang. Kalian sudah berjuang dengan usaha terbaik kalian. Namun, akan dipilih tiga orang terbaik dalam masing-masing perlombaan.”

Bu guru Ike yang memegang mikrofon kemudian mengumumkan nama-nama tiga orang terbaik dimasing-masing lomba. Tiba saat pengumuman lomba menggambar.

“Juara tiga lomba menggambar dimenangkan oleh Nuha. Juara dua oleh Khansa. Dan juara satu diraih oleh Arkaa!” Suara lantang bu Ike diiringi oleh gemuruh  tepuk tangan dari bapak ibu guru dan semua siswa.

Arka kaget sekaligus sangat gembira. Ia tidak membayangkan sebelumnya bisa memenangkan perlombaan itu. Itu merupakan pengalaman yang sangat berharga baginya. Sejak saat itu, Arka semakin giat mengasah hobi menggambarnya. Ia tak hanya menggambar di atas kertas. Iapun belajar menggambar secara digital dengan menggunakan gadget ataupun ipad.

Bagikan artikel ini:

2 pemikiran pada “Pesta Kemerdekaan di SD Suka Maju”

  1. Wa’alaikumsalam wr wb
    Terima kasih apresiasinya. Saya juga masih terus belajar menulis, Kak. Alhamdulillah, ada Paberland menjadi tempat belajar yg asyik.

    Balas

Tinggalkan komentar